//Little Bear
Welcome !

let me speak



Diary Stuff About Links
Assalamualaikum. Welcome, and don't forget
My Blog ! :D


RULES

Obey with the Rules !

After Visit, please Follow this Blog. Don't say Rude ! Be Polite in here ! Don't copystyle my Stuff or anything in here !

Tagboard !

please be polite


Twitter !

mention me

Just @bomiiko_ No Mention No Follback :-) and if u have RP Account follow @SL_Apinkpcr

Thank You !

I really aprreciate it





Plagirarisme merasuk Anak-anak


Tragis, nestapa dan sedih rasanya melihat plagiarisme di masyarakat kita. Saat beberapa kompasianer membahas tentang plagiarisme tulisan di kompasiana, ternyata di dunia nyata plagiarisme sudah menghinggapi anak-anak usia sekolah. Bahkan mungkin si anak itu masih bersekolah di sekolah dasar. Kalau seperti ini, mau kemana kemajuan negara kita?
Anak saya memang hobi membaca buku anak-anak, novel anak atau cerpen baik di media cetak maupun elektronik. Koleksinya tidak hanya buku cerita tapi juga majalah, buku ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Kini 2 tahun belakangan sedang booming buku hasil karya anak-anak yang penerbitannya dipelopori penerbitan ternama di Bandung.
13218014082076141242
Bandingkan 2 tulisan ini
Saya dan istri tentu saja bersyukur atas itu semua. Meski harganya lumayan mahal (karena kami pekerja biasa saja), kami berusaha memenuhi selera anak-anak yang memang doyan membaca. Katanya membaca membuka pengetahuan luas. Siang itu dia membeli beberapa buku baik di Gramedia maupun di pasar loak. Di loakan kami membeli buku anak-anak karangan Enid Blyton yang terkenal dengan serial Lima Sekawan.
Sampai dirumah, dia tak sabar melahap buku cerita yang dibelinya. Selang beberapa saat dia berteriak menemukan kata-kata yang mirip dengan buku Enid Blyton. “Koq menyontek, harusnya nggak boleh kan” seru dia. Saya memintanya untuk membuktikan hal itu agar tidak asal tuduh. Dia lantas membuka-buka halaman buku yang baru dibelinya.
Dalam novel berjudul “Semester Pertama di Malory Towers” cetakan ketiga Gramedia Tahun 1992 (cetakan pertama 1984 dan cetakan kedua 1989) dia buka halaman 239 kemudian dibandingkan buku novel anak-anak Tahun 2011 halaman 133. Di halaman tersebut terdapat kalimat (tidak hanya satu kalimat) sama persis. Padahal novel tersebut berkategori best seller karangan anak umur 11 tahun.
132180163673801272
Bukti lainnya
Beberapa halaman selanjutnya juga demikian. Menurut istri saya (setelah membaca), novel itu mix (campuran) dari karya Enid Blyton yang lain (istri saya masih mencari karya Enid yang lain). Bila membaca secara jeli, menurut saya kesamaan kalimat tak mungkin dihasilkan anak 11 tahun. Saya menduga, sekali lagi menduga, karya itu bukan hasil anak-anak tapi olahan orang dewasa yang diatasnamakan anak-anak.
Belum lagi karangan Enid Blyton sudah 19 tahun atau jauh dari usia si penulis novel. Saya tidak habis pikir apa yang membuat orang melakukan hal ini. Disisi lain, redaktur penerbitan novel anak-anak tersebut rasanya kurang jeli dalam mengedit tulisan. Atau dia tidak cukup banyak mengenal novel anak-anak. Itu baru karangan Enid Blyton yang memang sudah kesohor. Bagaimana dengan karangan pihak lain yang tak dikenal dan dicetak terbatas pada jaman dulu?
Akan lebih susah lagi kita bilang bahwa tulisan itu hasil plagiat. Bagi diri saya pribadi, yang memprihatinkan adalah sikap mencontek itu sendiri. Jika sedari anak-anak sudah diajari mencuri ide, gagasan, tulisan orang lain bagaimana kelak dewasa nanti. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Bila melihat tulisan itu, bagaimana pendapat anda?

sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2011/11/20/plagiarisme-merasuk-anak-anak/

Label: